Showing posts with label pencerahan. Show all posts
Showing posts with label pencerahan. Show all posts

Tuesday, March 6, 2018

Tak Sengaja Ada 3 Kesalahan-Baca, Dalam Surah Al- Mulk

Sebelum topik ini telah diposting KEUTAMAAN baca Surah Al-Mulk sebelum tidur. Menurut para ahli baca Al-Quran ada3 kesalahan-baca sering terjadi waktu baca Surah Al-Mulk. Mari kita simak penjelasannya dalam video ini.


Semoga bermanfaat.

Wednesday, February 28, 2018

Contoh Kontekstual Yang Lebih Tepat Dari Pada Ucapan Tekstual

Cpas dari penjelasan Ustadz Yusuf Mansyur.

Sering kita ucapkan : Turut berduka cita. 'Semoga Husnul khatimah'. (tekstual) 

Husnul Khatimah itu artinya :  sa'at seseorang sakaratul maut mengucapkan Laa Illaha Ilallaah. 

Jadi, kalau seseorang sudah meninggal, kita do'akan 'Semoga Husnul Khatimah' rasanya kurang tepat dan tidak ada manfa'atnya. 

Ibarat orang sudah sampai di tujuan kita baru mengucapkan do'a “Semoga selamat sampai tujuan“.  Yang bisa jadi orang itu ternyata mengalami kecelakaan dalam perjalanannya.

Akan lebih manfa'at kalau kita mendoakan ‘Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni segala kesalahan/kekhilafan almarhum/almarhumah’ (kontekstual, bisa juga diucapkan dg kata-kata lain yang sama maknanya). Karena permohonan atau do'a yg kita panjatkan itulah yg akan melapangkan almarhum/almarhumah mencapai surga/Nur Jannah. 

Kalau kita sedang menyaksikan seseorang yg sedang kritis kondisinya, barulah kita do'akan 
Ya Allah, wafatkanlah ia dalam keadaan Husnul Khatimah (tekstual dan kontekstual).
Ini baru tepat do'a nya.

Jadii .... biasakanlah berdo'a sesuai konteksnya.

Semoga sa'at nya nanti kita mendapatkan Husnul Khotimah. Aamiin Ya Allah Ya Rabbal 'Alamin. 
Allahu 'alam bishshowab.
Barakallah fiikum ....
Semoga bermanfaat

Saturday, February 24, 2018

Baca Surah Al Mulk Sebelum Tidur

www.berimbang43.com    Label: Pencerahan

Mari kita simak video di bawah ini dan amalkan


Semoga bermanfaat

Tuesday, January 16, 2018

Mari Hati-hati Dengan Syirik

www.berimbang43.com  Label: Renungan

Gambar postingan yg beredar

Saya mengajak para pembaca mengkaji postingan di atas. Saya sangat harapkan pencerahan dari Ustadz.

Postingan yang serupa sangat sering beredar di mediasosial. Infonya baik, tetapi ada embel-embelnya..... ganjaran pahala, keberuntungan, kebaikan dan disertai ancaman kalau menahan dan tidak mengedarkan misanya bukan Muslim yang baik, akan mendapat kesulitan, musibah  dll. 

Semudah itukah? 

Ini dapat berarti "Postingan" merupakan anjuran atau tandingan kekuatan Allah azza wa jalla. Apakah itu bukan syirik, telah menyampingkan dan mendahului kehendak Allah.

Begitu saya dapat edaran gambar postingan di atas, saya merespons dan ikut mengedarkan. Kemudian ada rasa penyesalan, kenapa ikut membagikan walaupun niat saya mengetadarkan info membuat jera para penista agama Islam

Penyesalan saya:

1. Belum melakukan tabayyun (meneteliti kebenarannya)....benar atau hoax. 
2. Adanya suatu info bagus memeberi efek jera, tapi ada tambahan ....ada seorang perempuan Palestina bermimpi Rasulullah bersabda yang menyebarkan kabar ini akan mendapat balasan setelah 4 jam. Dan dia akan bergembira dan siapa yang menyimpannya dia akan susah. 
  • Ini juga perlu diteliti, apa betul ada mimpi ini.
  • Adanya harapan dan ancaman.... apakah semuadah itu? Ini bisa merupakan syirik.
Saya tambah menyesal setelah mendapat komen dari sahabat....biarlah Allah sendiri yang memberi azab, kita jangan masuk syrik sampai ajal. Terima kasih sahabatku atas komen ini.

Inilah resiko posting di media sosial. Kalau sudah terlanjur edarkan, sudah sulit klarifikasi dan boleh dikatakan tidak bermanfaat karena info telah beredar bagaikan kilat diseluruh penjuru dunia.

Info seperti di atas sangat banyak beredar. Semula mungkin niatnya bagus murni memberi info. Tapi mungkin ada orang yang usil (bisa Muslim bisa non-muslim)  yang edit, dan bisa menimbulkan syirik.

Sekarang saya akan lebih hati-hati, walaupun berita baik bila ditambah harapan dan ancaman saya akan delete.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hambamu yang lemah ini.

Syirik

Saturday, January 13, 2018

Beda Antara Manager dan Leader

www.berimbang.com    Label: Artikel, Pencerahan



Leader atau Manager kah Anda?
By Laruno Admin -

Jun 23, 2014
0
9249

Menjadi pimpinan perusahaan bukan berarti sebagai seorang leader. Seorang leader atau pemimpin adalah yang menjadi inspirasi untuk bawahan. Perbedaan manager dan leader bisa Anda simak berikut.

Seorang Leader atau Manager kah Anda?

Setiap divisi diperusahaan- perusahaan, ada satu orang yang mengatur dan bertanggung jawab atas divisi tersebut yaitu Manager. Namun tahukah Anda dalam satu tim tertentu dalam suatu proyek ada satu pengatur dan bertanggung jawab dalam proyek tersebut yaitu Leader.
Sekarang pertanyaannya, apakah Anda mengetahui apa perbedaan antara Manager dan Leader? Ternyata ada perbedaan antara keduanya. Selain dari yang saya sudah jelaskan diatas ternyata ada perbedaan lainnya. Saya akan jelaskan dari Manager :

Manager adalah seseorang yang diangkat menjadi manager menggunakan surat resmi dari perusahaan melalui atasan. Manager berhubungan dengan sistem dan struktur dan mereka fokus kepada peraturan dan disiplin sehingga menjadikan motivasi untuk bawahannya.


Sedangkan, Leader adalah seseorang yang diangkat menjadi leader karena kesepakatan atas dukungan dari bawahan, karena seorang leader mampu menjadi inspirasi untuk bawahannya. Leader berhubungan dengan orang dan mereka fokus kepada mengatur resiko sehingga resikonya lebih kecil.
Sekarang mau jadi apakah Anda di perusahaan tempat Anda berkerja? Manager atau Leader.

Semoga bermanfaat,

Friday, January 12, 2018

Gerakan Sholat Yang Baik dan Benar - Syekh Ali Jaber


www.berimbang43.com       Label: Pencerahan

Renungan  Jumat hari ini. 
Mari kita tinjau kembali cara kita shalat. Video di bawah ini memberi pencerahan gerakan-gerakan shalat.



Semoga bermanfaat.

Friday, January 5, 2018

Ucapkan Lailahaillallah Untuk Seseorang Yang Sedang Mendekati Ajal (Sakaratul Maut)

www.berimbang43.com       Label: Pencerahan

Orang yang dalam sakratul maut itu mengalami kebingungan yang amat sangat. Karena itu seseorang yang sedang mendekati ajal wajib dituntun dengan ucapan yang telah dicontohkan Nabi.

Dalam hadits Wasilah bin Asqa’disebutkan,
 “Talqinkan dan hadirkan pada orang yang hendak mati diantara kamu dengan ucapan Lailahaillallah serta gembirakanlah dengan surga, sebab orang laki-laki maupun perempuan yang tabah sekalipun pada saat yang gawat itu akan kebingungan. Demi Allah, pandangan terhadap malaikat maut saja sudah terasa lebih hebat dari seribu kali sabetan pedang. Demi Allah, jiwa seseorang tidak akan meninggalkan dunia sebelum setiap keringatnya terasa sakit karena bingungnya.” [Al-hadits]

Jaminan Rasulullah bagi orang yang sanggup mengucapkan kalimat tahlil di akhir hidupnya. Bersabda Rasulullah saw, “Barangsiapa akhir ucapannya Lailahaillallah, dijamin ia masuk surga.”[HR. Abu Ya’la Dari Abi Said]

Keterangan:
Para ulama berpendapat bahwa dalam hal pengucapan kalimat tauhid ini sangat tergantung pada pribadi orang itu sendiri dalam perjalanan hidupnya. Jika seorang hamba itu bukan ahli ibadah maka sulitlah ia mengucapkannya walaupun diajarkan berulang kali dan sebaliknya.
Di samping mendapat jaminan masuk surga bila sanggup mengucapkan kalimat tahlil, orang mukmin juga akan mendapat keringanan berupa berkurangnya rasa sakit ketika ruh keluar dari badan dan kemudahan kematiannya. Rasulullah saw bersabda, “Ruh orang mukmin keluar dari jasadnya sebagaimana keluarnya rambut dari adonan roti.”

Penelitian sederhana

Di bawah ini saya copy pate (copas), penelitian sederhana terhadap 1000 pasien yang sedang dalam sakartul maut di RSI Jakarta. Dari 1000 orang yg ditelili, ternyata hanya 7% yang dapat mengucapkan LAILAHAILLALLAH.

Produksi  bulan suci ramadhan yang lalu.

Copas

RENUNGAN MENJELANG BERBUKA. 
                                     
Assalamualaikum Wrwb...
Teman2 izin berbagi yaaa...
Tadi baru sj sy mendengarkan sebuah ceramah yg di isi oleh ustad Komarudin. Beliau ini pensiunan pegawai RS Islam Jakarta bagian kerohanian.

Salah satu kegiatan yg menjadi tanggung jawab beliau adalah membimbing seseorang u mengucapkan kalimat LA ILAHA ILLALLAH disaat sdg sakaratul maut.
Ternyata dari hasil riset kecil2lan yg beliau lakukan...dari 1000 orang yg sdg mengalami sakaratul maut. Hanya 7 % saja yg mampu mengucapkan Kalimat LA ILAHA ILLALLAH selebihnya tidak mampu atau hanya 70 orang dari 1000 orang yg mampu mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH

Kemudian Ustad Komarudin ini bertanya kepada pihak keluarga yg meninggal dan dpt mengucapkan kata2 La Ilaha illallah
Apa saja kegiatan sehari-hari almarhum/almarhumah ini. Ternyata jawaban dr pihak keluarga semua rata2 sama yaitu:

1. Almarhum/almarhumah ini selalu menjaga sholatnya
2. Selalu membaca Al Quran
3. Istiqomah dlm bersedekah, meskipun hanya Rp. 5000 perhari
4. Tidak memakan harta dg cara yang batil
5. Tidak memutus tali silahturahmi dg siapapun

Perkara mengucapkan kalimat LA ILAHA ILLALLAH di saat Sakaratul maut bukanlah perkara yg mudah...semoga pesan diatas bisa bermaanfaat u kita semua

Terakhir...semoga kita termasuk ke dlm orang-orang yang mati dg cara khusnul khatimah.
.Aamiin YRA

Tolong bantu share ke yg Lain..semoga menjadi amal sholeh kita di bulan suci Ramadhan ini.
Allah akan memberi kemudahan bagi umatnya yang melakukan ibadah secara istiqomah.

Ibadah itu dapat merupakan latihan

Maka perlu kita jaga, sering mengucapkan LAILAHAILLALLAH, yang dapat dimaknai seperti pelatiahan untuk mencapai kemenangan pada hembusan nafas yang terakhir.

Semoga bermanfaat
Wallohu a'lam bishawab

Friday, November 17, 2017

Keutamaan Shalat Jum'at

www.berimbang43.com      Label: Pencerahan.



💥Hari jum’at hari yg utama💥
Saudaraku jika datang hari jum’at
       apa yg harus kita lakukan.?

🌹Rosululloh SAW bersabda🌹

عن أبي سعيد الخدري: 
أن رسول الله صلعم قال: غسل يوم الجمعة علي كل محتلم، وسواك، ويمس من الطيب ما قدر عليه•

Dari Abi Sa'ed Al-Khudri ra. Bahwa Rosululloh SAW Bersabda Mandi pada hari jum’at adalah keharusan bagi setiap orang yg baligh, dan demikian pula Bersiwak dan memakai Wangi2an secukupnya.
(HR.Bukhori.880.Muslim.846)

Saudaraku jadi usahakanlah
Mandi+Bersiwak+Memakai wangi2an secukupnya.

Lalu berangkat ke Masjid lebih awal lebih baik karena Nabi kita Bersabda

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلعم- اذاكان يوم الجمعة كان علي كل باب من ابواب المسجد ملائكة يكتبون الأول فالأول، فإذا جلس الإمام طووا الصحف، وجاءوا يستمعون الذكر، ومثل المهجر كمثل الذي يهدى البدنه، ثم كالذى يهدى بقرة، ثم كالذى يهدى الكبش، ثم كالذى يهدى الدجاجة، ثم كالذى يهدى البيضة.

Dari Abi Huroiroh ra. dia berkata Rosululloh SAW bersabda jika tiba hari jum'at, setiap pintu2 Masjid ada Malaikat2 yg akan mencatat siapa saja yg hadir pertama dan Seterusnya. apa bila imam telah duduk (Naik dan duduk di Mimbar) mereka menutup catatan2 mereka dan mendengarkan khotbah,
Perumpamaan orang yg berangkat pertama adalah seperti orang yg berkurban seekor unta. 
yang datang berikutnya seperti orang yg berkurban seekor sapi,
kemudian seperti orang yg berkurban seekor domba, 
kemudian seperti orang yg berkurban seekor ayam,
kemudian seperti orang yg berkurban sebutir telur,
(HR.Bukhori.9290.Muslim.850)

Demikianlah urutan keutama'an orang yg datang ke Masjid 
jadi beda jam beda keutama'annya

Keutamaan beribadah di hari jum’at di dalam Masjid serta mendengarkan khotbah.
Nabi bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه. عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من اغتسل ثم أتى الجمعة، فصلى ماقدرله، ثم أنصت حتى يفرغ من خطبته، ثم يصلى معه، غفرله ما بينه وبين الجمعة الأخرى، وفضل ثلاثة ايام•

Dari Abi Huroiroh ra.
Nabi swa bersabda barangsiapa mandi dan kemudian pergi sholat jum’at  kemudian sholat sunnah semampunya, kemudian mendengar khotbah, kemudian sholat bersama-sama imam. Niscaya Alloh
akan mengampuni dosa-dosanya antara dua jum'at dan ditambah tiga hari lagi.
(HR. MUSLIM .857)

ingat Sabda Nabi Muhammad saw agar diam ketika Imam Berkhutbah

عن أبى هريرة رضى الله عنه قال:
أن رسول الله صلعم قال:
إذا قلت لصاحبك يوم الجمعة *انصت*
والإمام يخطب *فقد لغوت*

Abu Huroiroh ra berkata, Rosululloh saw bersabda, "Apabila engkau berkata kpd temanmu pada hari jum’at Diamlah Padahal imam sedang berkhotbah, Maka engkau telah sia sia"
(HR BUKHORI)

Saudaraku agar ibadah kita tdk sia2 hindarilah berbicara di Masjid walaupun sekedar berkata Diam untuk mengingatkan temannya yg sdg ngubrol..karena hal tsb dilarang.

Saudaraku Tuhan kita Maha pengasih+pengampun+penyayang
                     
YUK kita ta'ati semua peritahnya dan kita jauhi apa yg di larang agar kasih sayangnya selalu bersama kita serta diampuni semua salah dan dosa Aamiin3x Allohumma Aamiin
👍👳🏻👆 Semoga bermanfa'at

Thursday, November 16, 2017

Patahkan Pemikiran Libral

www.berimbang43.com      Label: Pencerahan

SAYA HANYA MENGINJAK AL QUR'AN

Dosen yang terkenal liberal itu mulai berceramah. Namun, ia tidak langsung masuk ke mata kuliahnya. Ia justru berbicara tentang fenomena umat Islam yang menurutnya pemarah. Ada yang memprotes adzan, marah. Ada yang membakar Al Quran, marah. Ada yg melecehkan surat Al Maidah, marah.


Padahal, menurutnya, yang dibakar itu hanya kertas. Sedangkan Al Quran yang sebenarnya ada di lauhul mahfudz. Tak bisa dibakar, tak bisa dilecehkan.


“Saya benar-benar heran dengan umat Islam. Terlalu lebay, menurut saya. Hanya karena ada yang menginjak mushaf Al Quran, mereka marah lalu ribuan orang menggelar demonstrasi di mana-mana. Padahal yang dibakar itu cuma kertas. Hanya media tempat menulis Al Quran. Al Quran aslinya ada di lauhul mahfuzh,” kata dosen itu. 
“Saya pikir para mahasiswa harus dicerdaskan soal ini."

Ruang kuliah itu hening beberapa saat. Sebagian mahasiswa agaknya setuju dengan pemikiran sang dosen. Hingga kemudian, seorang mahasiswa yang dikenal cerdas mengacungkan tangan.


“Memang Al Quran itu, hakikatnya ada di lauhul mahfuzh,”katanya sambil berjalan mendekati dosen.

“Maaf, Pak. Boleh saya melihat makalah Bapak?”

Wajah mahasiswa lainnya menegang. Mereka khawatir akan ada insiden yang tidak terduga antara mahasiswa yang dikenal sebagai aktifis dakwah itu dengan dosennya yang liberal.


“Makalah ini bagus Pak,”


Wajah-wajah yang tadinya sempat tegang kini normal kembali. Namun itu hanya sesaat, karena setelah itu, mahasiwa tersebut melempar makalah ke lantai kemudian menginjaknya.


“Sayang sekali analisanya kurang komprehensif”

Tak cukup menginjak. Ia ludahi makalah itu kemudian ia injak-injak lagi. Praktis makalah tersebut menjadi kotor dan rusak.

Di dekatnya, sang dosen melotot. Mukanya merah padam. Kedua telapak tangannya menggenggam erat.


"Kurang ajar! Kamu menghina karya ilmiah saya. Kamu menghina pemikiran saya,” kata sang dosen sembari melayangkan tangannya ke arah mahasiswa. Namun, dengan cekatan mahasiswa itu menangkisnya.


“Marah ya Pak? Saya hanya menginjak kertas. Saya hanya meludahi kertas. Saya hanya melecehkan kertas. Saya tidak melecehkan pemikiran Bapak karena pemikiran Bapak ada di kepala Bapak. Saya kan tidak menginjak kepala Bapak. "Saya pikir Bapak harus dicerdaskan soal ini.”


Mendengar itu, sang dosen tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia seperti mendapatkan serangan balik yang mematikan. Segera, buku-bukunya dikemasi dan ia meninggalkan ruang kuliah itu dengan muka merah padam.


Semoga tambah ilmu pengetahuan untuk kita semua.
Mari jaga Al Quran!!!

Sunday, November 12, 2017

Gerakan Shalat

www.berimbang43.com   Label: Pencerahan

Shalat adalah tiang agama.
Yang belum sempurna gerakan shalatnya.....mari kita perbaiki.
Video di bawah ini salah satu referensi yang dapat digunakan.


Semoga bermanfaat.

Tuesday, November 7, 2017

Firman-Firman Allah Tentang Gua Al Kahfi

www.berimbang43.com    Label: Pencerahan, Sejarah Islam

Gua Al Kahfi diceritakan dalam Surah Al Kahfi, [10, 20, 18, 22, 25, 12, 19, 13.]

Saya menulis tidak berurutan seperti tertulis pada Surah Al Kahfi. Urutan ini saya buat agar lebih mudah memahaminya, dan saya mengutip ayat-ayat secara utuh.

FIRMAN-FIRMAN ALLAH:

(1) Ada pemuda-pemuda yang telah beriman kepada Tuhan pada waktu itu, kaum berkuasa yang menentang adanya Tuhan, memaksa agar berpaling dari agama mereka dan mendapat ancaman. Pemuda-pemuda itu tidak mau, mereka bersama anjingnya mencari pelindungan bersembunyi di gua.

Allah Berfirman: QS: Akafi 10.


(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

(2) Penguasa yang mendzolimi, tidak mengetahui tempat persembunyian mereka.

Allah Berfirman: QS: Al Kafi 20.


Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya".

(3) Agar mereka tidak takut, maka mereka ditidurkan:

Allhah Berfirman: QS: Al Kahfi 18.


Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.

(4) Berapa jumlah mereka yang sesungguhnya?

Allah Berfirman: QS: Al Kafi 22.


Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.


(5) Berapa lama mereka tinggal dalam gua:?

 Allah Berfirman: QS: Al Kahfi 25.
Dan tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).

(6) Setelah sekian lama mereka tertidur, maka Allah membuat mereka tersadar:

Allah Berfirman: QS: Al Kahfi 12.



Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

(7) Setelah mereka terbanguan maka terjadi pembicaraan di antara mereka:

Allah Berfirman: QS: Al Kafi 19


Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.

(8) Kisah ini adalah benar:

Allah Berfirman: QS: Al Kahfi 13.


Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.

Wallohu a'lam bishshawab.

Simak Juga Video ini; Wisata Tour, Cheriatna Bdr


Semoga bermanfaat.

Monday, November 6, 2017

Islam, Beriman, Menurut Prof DR Hamka

www.berimbang43.com    Label: Pencerahan, Renungan


Saya copas dari tetangga. Saya share, bukan berarti saya sudah melaksanakan sepenuhnya. Mari kita renungkan dan laksanakan, agar kita termasuk orang beriman. 

Menurut Prof Dr Hamka:
🔝 " Jika ingin melihat Orang Islam...
Datanglah ke Masjid pada Idul Fitri dan Idul Adha.

TETAPI

🔝 Jika ingin melihat Orang yang Beriman...
Datanglah ke Masjid waktu Subuh.

🔝 Itulah BEDA antara Orang Islam dengan Orang Beriman. "

🔺 SESUNGGUHNYA, SUBUH ITU HAKIKAT DIRI

1🔝 Jika Subuhnya senantiasa dipelihara. Tanda akan Selamat dari Neraka.
2🔝 Jika Subuhnya tiada dia tinggal. Allah melindunginya dari segala aral.
3🔝 Jika Subuhnya didahului dengan Sunat. Pasti Seluruh dunia beserta isinya,dia dapat.
4🔝 Jika Subuhnya bergelap-gelap menuju Musholla. Di kegelapan Akhirat dapatkan Cahaya.
5🔝 Jika Subuh hingga awal Dhuha (IsyroQ) berwirid pula. Mendapat Pahala Umrah dan Haji Sempurna.

NAMUN...

1🔝 Jika Subuhnya tiada dijaga. Pada wajahnya tiada cahaya.
2🔝 Jika Subuhnya sengaja terlupa.Tanda Imannya tiada bernyawa.
3🔝 Jika Subuhnya terasa berat. Tanda munafiq sudah mendekat.
4🔝 Jika Subuh tiada peduli. Tanda Iman menghampiri mati.
5🔝 Jika Subuhnya tiada berjama’ah. Tanda hidupnya akan hilang barokah.
6🔝 Jika Subuhnya tiada ke Masjid. Tanda Imannya ada penyakit.
7🔝 Jika Subuhnya selalu terlewat. Tanda Imannya semakin cacat.
8🔝 Jika Subuhnya diakhir waktu. Tanda iman semakin kelabu.
9🔝 Jika Subuhnya hari udah siang. Tanda rezekinya udah hilang.
10🔝 Jika di subuh masih mendengkur. Tanda syaitan memeluknya dalam tidur.

*والله اعلم*

Monday, October 30, 2017

Istidraj

www.berimbang43.com     Label: Pencerahan


Apa itu istidraj ?
Istidraj itu adalah :
ketika Allah tetap memberikan kita

✅1. Harta yang berlimpah;  padahal tidak pernah bersedekah.

✅2. Rizki berlipat-lipat; padahal jarang shalat dan terus berbuat maksiat.

✅3. Dikagumi, dihormat, padahal akhlak bejat.

✅4. Diikuti, diteladani dan diidolakan; padahal mengumbar aurat dalam berpakaian.

✅5. Sangat jarang diuji sakit; padahal dosa-dosa menggunung dan membukit.

✅6. Tidak pernah diberikan musibah; padahal hidup sombong angkuh dan bedebah.

✅7. Anak-anak sehat-sehat, cerdas-cerdas; padahal diberikan makan dari harta hasil culas.

✅8. Hidup bahagia penuh canda tawa; padahal banyak orang karenanya ternoda dan terluka.

✅9. Karirnya terus menanjak; padahal banyak orang yang diinjak-injak.

✅10. Semakin tua semakin makmur; padahal berkubang dosa sepanjang umur.

Hati-hati karena itulah yang dinamakan ISTIDRAJ.!!

Renungan ayat Qs ini:

👉 Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; 

Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa
(Qs. Al-An’am: 44)

Maka jangan silau dg kesuksesan dan kemegahan yg ditampilkan seseorang;

bisa jadi dia sedang mengalami istidraj..

Dan pada saatnya nanti Allah tiba2 akan mencabut semua kenikmatan itu, tanpa dia sadari
.
Sebagai orang beriman yg dikasihi Allah,
maka Allah akan selalu menjaga kita dari segala kemaksiatan, tdk dibiarkan dlm kesesata Jd kalau kita sdh beramal sholeh, namun kita masih diberi ujian/ cobaan, maka itulah tanda kasih sayang Allah pada hamba2-NYA, berupa keringanan dosa2 & menuju Ampunan NYA

SEMOGA KITA SELAMAT DARI ISTIDRAJ.
AAMIIN YAA RABBAL'AALAMIIN..

Semoga bermanfaat teruntuk kaum muslimin wal muslimat,mukminin wal muslimat...

Friday, October 27, 2017

Menghafal Nama-Nama Surah Dalam Al Quran

www.berimbang43.com   Label: Pencerahan

Bagi yang punya anak bisa simpan artikel ini!! Keren dan bagus untuk dipraktekan!
👇👇
Cara Menghafal Nama-nama Surat dalam Alquran
Baca cerita-cerita di bawah ini, dan perhatikan kata-kata yang BERHURUF BESAR.
Kata² tersebut adalah nama² surat dalam Alquran.
Hafalkan ceritanya, dan kemudian tuliskan kata-kata tersebut secara berurut.
Maka akan kita dapatkan NAMA SURAT dan NOMOR URUTNYA.
Silahkan mencoba :

🍀Cerita I ; (Surah 1 – 10)
Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yg punya anak WANITA.
Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK.
Kemudian paman menuju TEMPAT² YANG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG.
Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.

NO.KRONOLOGI CERITA
1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.WANITA~AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT2 YG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS

🍀Cerita II; (Surah 11 – 20)

HUD & YUSUF melihat PETIR.
Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR.
Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.

NO.KRONOLOGI CERITA
11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA

🍀Cerita III ; (Surah 21 – 30)

PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG² BERIMAN.
Mereka seperti CAHAYA.
Inilah yg menjadi PEMBEDA ANTARA YG BENAR & BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita tentang SEMUT.
Cerita itu terangkum dalam buku KISAH².
Dalam buku itu juga diceritakan tentang LABA² yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO.KRONOLOGI CERITA
21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG2 BERIMAN-AL MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YG BENAR & BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA2 – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM

🍀Cerita IV ; (Surah 31 – 40)

LUKMAN tidak berSUJUD bersama GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERSEKUTU melawan Nabi dan tidak juga bersama kaum SABA’.
Sementara itu FATHIR & YASIN berdiri bersama orang YANG BERSHAF-SHAF & membentuk huruf SHOD.
Mereka termasuk ROMBONGAN² yang memohon ampunan kpd YANG MAHA PENGAMPUN.

NO.KRONOLOGI CERITA
31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB --> GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERSEKUTU
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YANG BERSHAF²– ASH
SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN² – AZ ZUMAR
40.YANG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR

🍀Cerita V; (Surah 41 – 50)

YG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah ttg PERHIASAN.
Bukan ttg KABUT.
Sementara itu banyak orang YG BERLUTUT di BUKIT² PASIR. Sa'at itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN.
Hal ini ditandai dengan KAMAR² bertuliskan huruf QOF.

NO.KRONOLOGI CERITA
41.YG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF

🍀Cerita VI ; (Surah 51 – 60)

ANGIN YG MENERBANGKAN membawa awan ke bukit THURSINA.
Ini terjadi sa'at BINTANG & BULAN bersinar.
Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YG DIUJI.

NO.KRONOLOGI CERITA
51.ANGIN YG MENERBANGKAN –
ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YG DIUJI – AL MUMTAHANAH

🍀Cerita VII ; (Surah 61 – 70)

BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dg ORANG2 MUNAFIK.
Demikian juga pd HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN².
Ketika aku di-TALAK, aku MENGHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yg indah, PENA yg mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga.
Disinilah TEMPAT² NAIK bagi amal sholih.

NO.KRONOLOGI CERITA
61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG2 MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN² – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT² NAIK – AL MA ‘ARIJ

🍀Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)

NUH diganggu JIN disa'at ORANG YG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas.
Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT. Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dengan MALAIKAT YANG
DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR ttg kematian, MALAIKAT² YANG MENCABUT nyawa sedang melihat IA BERMUKA MASAM.

NO.KRONOLOGI CERITA
71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74.ORANG YG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YG DIUTUS – AL MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

🍀Cerita IX ; (Surah 81 – 90)

Ombak MENGGULUNG, bumi TERBELAH, ORANG² YG CURANG pun ikut TERBELAH.
Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YG PALING TINGGI. Pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO.KRONOLOGI CERITA
81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG2 YG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD

🍀Cerita X; (Surah 91 – 100)

MATAHARI tenggelam sa'at MALAM tiba.
Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki & menumbuhkan BUAH TIN.
Sementara itu manusia yg berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun.
Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YG BERLARI KENCANG pun mati.

NO.KRONOLOGI CERITA
91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YG BERLARI KENCANG – AL`ADIYAT

🍀Cerita XI ; (Surah 101 – 110)

HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH.
Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dg pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR.
Saat itu ORANG2 KAFIR tidak m'dapatkan PERTOLONGAN.

NO.KRONOLOGI CERITA
101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG2 KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR

🍀Cerita XII (Surah 111-114)

Insya Allah 4 surat terakhir ini semua dari kita sudah m'hafalnya.
NO.SURAT
111.AL LAHAB
112.AL IKHLASH
113.AL FALAQi
114.AN NAAS

Semoga bermanfaat...

Monday, October 23, 2017

Macam-Macam mazhab

www.berimbang43.com     Label: Pencerahan

Mazhab ini terdiri atas 4 (empat) mazhab populer yang masih utuh sampai sekarang, yaitu sebagai berikut:

1. Mazhab Hanafi

fiqh dari mazhab ini diawali oleh Imam Abu Hanifah. Ia dikenal sebagai imam Ahlurra’yi serta faqih dari Irak yang banyak dikunjungi oleh berbagai ulama di zamannya.
Mazhab Hanafi dikenal banyak menggunakan ra’yu, qiyas, dan istihsan. Dalam memperoleh suatu hukum yang tidak ada dalam nash, kadang-kadang ulama mazhab ini meninggalkan qaidah qiyas dan menggunakan qaidah istihsan. Alasannya, qaidah umum (qiyas) tidak bisa diterapkan dalam menghadapi kasus tertentu. Mereka dapat mendahulukan qiyas apabila suatu hadits mereka nilai sebagai hadits ahad.

Yang menjadi pedoman dalam menetapkan hukum Islam (fiqh) di kalangan Mazhab Hanafi adalah Al-Qur’an, sunnah Nabi SAW, fatwa sahabat, qiyas, istihsan, ijma’i.

Sumber asli dan utama yang digunakan adalah Al-Qur’an dan sunnah Nabi SAW, sedangkan yang lainnya merupakan dalil dan metode dalam meng-istinbat-kan hukum Islam dari kedua sumber tersebut.

Tidak ditemukan catatan sejarah yang menunjukkan bahwa Imam Abu Hanifah menulis sebuah buku fiqh. Akan tetapi pendapatnya masih bisa dilacak secara utuh, sebab muridnya berupaya untuk menyebarluaskan prinsipnya, baik secara lisan maupun tulisan. Berbagai pendapat Abu Hanifah telah dibukukan oleh muridnya, antara lain Muhammad bin Hasan asy-Syaibani dengan judul Zahir ar-Riwayah dan an-Nawadir. Buku Zahir ar-Riwayah ini terdiri atas 6 (enam) bagian, yaitu:

* Bagian pertama diberi nama al-Mabsut;
* Bagian kedua al-Jami’ al-Kabir;
* Bagian ketiga al-Jami’ as-Sagir;
* Bagian keempat as-Siyar al-Kabir;
* Bagian kelima as-Siyar as-Sagir; dan
* Bagian keenam az-Ziyadah.

Keenam bagian ini ditemukan secara utuh dalam kitab al-Kafi yang disusun oleh Abi al-Fadi Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Maruzi (w. 344 H.). Kemudian pada abad ke-5 H. muncul Imam as-Sarakhsi yang mensyarah al-Kafi tersebut dan diberi judul al-Mabsut. Al-Mabsut inilah yang dianggap sebagai kitab induk dalam Mazhab Hanafi.

Disamping itu, Mazhab Hanafi juga dilestarikan oleh murid Imam Abu Hanifah lainnya, yaitu Imam Abu Yusuf yang dikenal juga sebagai peletak dasar usul fiqh Mazhab Hanafi. Ia antara lain menuliskannya dalam kitabnya al-Kharaj, Ikhtilaf Abu Hanifah wa Ibn Abi Laila, dan kitab-kitab lainnya yang tidak dijumpai lagi saat ini.

Ajaran Imam Abu Hanifah ini juga dilestarikan oleh Zufar bin Hudail bin Qais al-Kufi (110-158 H.) dan Ibnu al-Lulu (w. 204 H). Zufar bin Hudail semula termasuk salah seorang ulama Ahlulhadits. Berkat ajaran yang ditimbanya dari Imam Abu Hanifah langsung, ia kemudian terkenal sebagai salah seorang tokoh fiqh Mazhab Hanafi yang banyak sekali menggunakan qiyas. Sedangkan Ibnu al-Lulu juga salah seorang ulama Mazhab Hanafi yang secara langsung belajar kepada Imam Abu Hanifah, kemudian ke pada Imam Abu Yusuf dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani.

2. Mazhab Maliki.

Pemikiran fiqh mazhab ini diawali oleh Imam Malik. Ia dikenal luas oleh ulama sezamannya sebagai seorang ahli hadits dan fiqh terkemuka serta tokoh Ahlulhadits.
Pemikiran fiqh dan usul fiqh Imam Malik dapat dilihat dalam kitabnya al-Muwaththa’ yang disusunnya atas permintaan Khalifah Harun ar-Rasyid dan baru selesai di zaman Khalifah al-Ma’mun. Kitab ini sebenarnya merupakan kitab hadits, tetapi karena disusun dengan sistematika fiqh dan uraian di dalamnya juga mengandung pemikiran fiqh Imam Malik dan metode istinbat-nya, maka buku ini juga disebut oleh ulama hadits dan fiqh belakangan sebagai kitab fiqh. Berkat buku ini, Mazhab Maliki dapat lestari di tangan murid-muridnya sampai sekarang.
Prinsip dasar Mazhab Maliki ditulis oleh para murid Imam Malik berdasarkan berbagai isyarat yang mereka temukan dalam al-Muwaththa’.

Dasar Mazhab Maliki adalah:

Al-Qur’an, Sunnah Nabi SAW, Ijma’, Tradisi penduduk Madinah (statusnya sama dengan sunnah menurut mereka), Qiyas, Fatwa Sahabat, al-Maslahah al-Mursalah, ‘Urf; Istihsan, Istishab, Sadd az-Zari’ah, dan Syar’u Man Qablana.

Pernyataan ini dapat dijumpai dalam kitab al-Furuq yang disusun oleh Imam al-Qarafi (tokoh fiqh Mazhab Maliki). Imam asy-Syatibi menyederhanakan dasar fiqh Mazhab Maliki tersebut dalam empat hal, yaitu Al-Qur’ an, sunnah Nabi SAW, ijma’, dan rasio.

Alasannya adalah karena menurut Imam Malik, fatwa sahabat dan tradisi penduduk Madinah di zamannya adalah bagian dari sunnah Nabi SAW. Yang termasuk rasio adalah al-Maslahah al-Mursalah, Sadd az-Zari’ah, Istihsan, ‘Urf; dan Istishab. Menurut para ahli usul fiqh, qiyas jarang sekali digunakan Mazhab Maliki. Bahkan mereka lebih mendahulukan tradisi penduduk Madinah daripada qiyas.

Para murid Imam Malik yang besar andilnya dalam menyebarluaskan Mazhab Maliki diantaranya adalah Abu Abdillah Abdurrahman bin Kasim (w. 191 H.) yang dikenal sebagai murid terdekat Imam Malik dan belajar pada Imam Malik selama 20 tahun, Abu Muhammad Abdullah bin Wahab bin Muslim (w. 197 H.) yang sezaman dengan Imam Malik, dan Asyhab bin Abdul Aziz al-Kaisy (w. 204 H.) serta Abu Muhammad Abdullah bin Abdul Hakam al-Misri (w. 214 H.) dari Mesir.

Pengembang mazhab ini pada generasi berikutnya antara lain Muhammad bin Abdillah bin Abdul Hakam (w. 268 H.) dan Muhammad bin Ibrahim al-Iskandari bin Ziyad yang lebih populer dengan nama Ibnu al-Mawwaz (w. 296 H.).

Disamping itu, ada pula murid-murid Imam Malik lainnya yang datang dari Tunis, Irak, Hedjzaz, dan Basra. Disamping itu Mazhab Maliki juga banyak dipelajari oleh mereka yang berasal dari Afrika dan Spanyol, sehingga mazhab ini juga berkembang di dua wilayah tersebut.

3. Mazhab Syafi’i

Pemikiran fiqh mazhab ini diawali oleh Imam asy-Syafi’i. Keunggulan Imam asy-Syafi’i sebagai ulama fiqh, usul fiqh, dan hadits di zamannya diakui sendiri oleh ulama sezamannya.
Sebagai orang yang hidup di zaman meruncingnya pertentangan antara aliran Ahlulhadits dan Ahlurra ‘yi, Imam asy-Syafi ‘i berupaya untuk mendekatkan pandangan kedua aliran ini. Karenanya, ia belajar kepada Imam Malik sebagai tokoh Ahlulhadits dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani sebagai tokoh Ahlurra’yi.

Prinsip dasar Mazhab Syafi’i dapat dilihat dalam kitab usul fiqh ar-Risalah. Dalam buku ini asy-Syafi’i menjelaskan kerangka dan prinsip mazhabnya serta beberapa contoh merumuskan hukum far’iyyah (yang bersifat cabang).

Dalam menetapkan hukum Islam, Imam asy-Syafi’i:

pertama sekali mencari alasannya dari Al-Qur’an.
Jika tidak ditemukan maka ia merujuk kepada sunnah Rasulullah SAW.
Apabila dalam kedua sumber hukum Islam itu tidak ditemukan jawabannya,
ia melakukan penelitian terhadap ijma’ sahabat.
Ijma’ yang diterima Imam asy-Syafi’i sebagai landasan hukum hanya ijma’ para sahabat, bukan ijma’ seperti yang dirumuskan ulama usul fiqh, yaitu kesepakatan seluruh mujtahid pada masa tertentu terhadap suatu hukum, karena menurutnya ijma’ seperti ini tidak mungkin terjadi. Apabila dalam ijma’ tidakjuga ditemukan hukumnya, maka ia menggunakan qiyas, yang dalam ar-Risalah disebutnya sebagai ijtihad. Akan tetapi, pemakaian qiyas bagi Imam asy-Syafi ‘i tidak seluas yang digunakan Imam Abu Hanifah, sehingga ia menolak istihsan sebagai salah satu cara meng-istinbat-kan hukum syara’

Penyebarluasan pemikiran Mazhab Syafi’i berbeda dengan Mazhab Hanafi dan Maliki. Diawali melalui kitab usul fiqhnya ar-Risalah dan kitab fiqhnya al-Umm, pokok pikiran dan prinsip dasar Mazhab Syafi ‘i ini kemudian disebarluaskan dan dikembangkan oleh para muridnya. Tiga orang murid Imam asy-Syafi ‘i yang terkemuka sebagai penyebar luas dan pengembang Mazhab Syafi’i adalah Yusuf bin Yahya al-Buwaiti (w. 231 H./846 M.), ulama besar Mesir; Abi Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani (w. 264 H./878 M.), yang diakui oleh Imam asy-Syafi ‘i sebagai pendukung kuat mazhabnya; dan ar-Rabi bin Sulaiman al-Marawi (w. 270 H.), yang besar jasanya dalam penyebarluasan kedua kitab Imam asy-Syafi ‘i tersebut.

4. Mazhab Hanbali

Pemikiran Mazhab Hanbali diawali oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Ia terkenal sebagai ulama fiqh dan hadits terkemuka di zamannya dan pernah belajar fiqh Ahlurra’yi kepada Imam Abu Yusuf dan Imam asy-Syafi’i.
Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziah, prinsip dasar Mazhab Hanbali adalah sebagai berikut:

1. An-Nusus (jamak dari nash), yaitu Al-Qur’an, Sunnah Nabi SAW, dan Ijma’;
2. Fatwa Sahabat;
3. Jika terdapat perbedaan pendapat para sahabat dalam menentukan hukum yang dibahas, maka akan dipilih pendapat yang lebih dekat dengan Al-Qur’an dan sunnah Nabi SAW;
4. Hadits mursal atau hadits daif yang didukung oleh qiyas dan tidak bertentangan dengan ijma’; dan
5. Apabila dalam keempat dalil di atas tidak dijumpai, akan digunakan qiyas. Penggunaan qiyas bagi Imam Ahmad bin Hanbal hanya dalam keadaan yang amat terpaksa.

Prinsip dasar Mazhab Hanbali ini dapat dilihat dalam kitab hadits Musnad Ahmad ibn Hanbal. Kemudian dalam perkembangan Mazhab Hanbali pada generasi berikutnya, mazhab ini juga menerima istihsan, sadd az-Zari’ah, ‘urf; istishab, dan al-maslahah al-mursalah sebagai dalil dalam menetapkan hukum Islam.

Para pengembang Mazhab Hanbali generasi awal (sesudah Imam Ahmad bin Hanbal) diantaranya adalah al-Asram Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Hani al-Khurasani al-Bagdadi (w. 273 H.), Ahmad bin Muhammad bin al-Hajjaj al-Masruzi (w. 275 H.), Abu Ishaq Ibrahim al-Harbi (w. 285 H.), dan Abu al-Qasim Umar bin Abi Ali al-Husain al-Khiraqi al-Bagdadi (w. 324 H.). Keempat ulama besar Mazhab Hanbali ini merupakan murid langsung Imam Ahmad bin Hanbal, dan masing-masing menyusun buku fiqh sesuai dengan prinsip dasar Mazhab Hanbali di atas.

Tokoh lain yang berperan dalam menyebarluaskan dan mengembangkan Mazhab Hanbali adalah Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziah. Sekalipun kedua ulama ini tidak selamanya setuju dengan pendapat fiqh Imam Ahmad bin Hanbal, mereka dikenal sebagai pengembang dan pembaru Mazhab Hanbali. Disamping itu, jasa Muhammad bin Abdul Wahhab dalam pengembangan dan penyebarluasan Mazhab Hanbali juga sangat besar. Pada zamannya, Mazhab Hanbali menjadi mazhab resmi Kerajaan Arab Saudi.

Sumber

Friday, October 13, 2017

Penulisan Wallahu A'Lam Yang Sering Keliru

www.berimbang43.com   Pencerahan


PENULIS artikel keagamaan (Islam) atau media Islam lazimnya mengakhiri tulisan dengan kalimat Wallahu a’lam( والله أعلمُ) yang artinya “Dan Allah lebih tahu”  atau “Dan Allah Yang Maha Mengetahui”.

Sering ditambah dengan bish-shawab, menjadi Wallahu a’lam bish-shawab yang artinya “Dan Allah Mahatahu yang benar/yang sebenarnya”. Shawabi = benar/kebenaran.


Hal itu untuk menunjukkan, Allah Swt-lah yang mahatahu atau lebih tahu segala sesuatu dari kita. Hanya Allah yang Mahabenar dan Pemilik Kebenaran mutlak.

Kebenaran yang kita tuliskan itu relatif, nisbi, karena kita manusia tempat salah dan lupa.
Namun coba perhatikan, banyak yang keliru dalam penulisannya, yaitu dalam penempatan koma di atas (‘).

Jelas, Wallahu a’lam dan Wallahu ‘alam berbeda makna:

1. Wallahu a’lam artinya “Dan Allah Mahatahu/Maha Mengetahui atau Lebih Tahu”.
2. Wallahu ‘alam artinya “Dan Allah itu alam”, bahkan tidak jelas apa arti ‘alam di situ? Kalau ‘alaminatau ‘aalamin, jelas artinya alam, seperti dalam bacaan hamdalah –alhamdulillahi robbil ‘alamin.

Tentu, kesalahan penulisan itu tidak disengaja, salah kaprah aja alias kesalahan yang sering dilakukan, secara sadar atau tidak sadar, merasa benar –padahal salah—karena tidak ada yang mengoreksi.

Dalam kitab Shahih Bukhari kita menemukan sebuah hadits tentang ucapan Wallahu a’lam sebagai berikut:
Abdullah bin Mas’ud ra berkata:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ العِلْمِ أَنْ يَقُولَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ المُتَكَلِّفِينَ}
“Wahai sekalian manusia, siapa yang mengetahui tentang sesuatu, sampaikanlah. Dan jika tak tahu, ucapkanlah, ‘Allahu a’lam’ (Allah Mahatahu). Karena, sungguh, termasuk bagian dari ilmu, jika engkau mengucapkan terhadap sesuatu yang tidak kau ketahui dengan ucapan: ‘Allahu a’lam’. Allah berfirman kepada Nabi-Nya: ‘Katakanlah (hai Rasul): ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. ” (QS. Shad: 86)  (HR. Bukhari)

Semoga bermanfaat.

Sumber, banyak artikel di internet,  ini antara lain.


<meta NAME=”Description” CONTENT=”Dr Yamin Hasibuan“> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS” Pencerahan, ”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Wednesday, October 11, 2017

Perintah Dzikir Dalam Al Quran

www.berimbang43.com  tematik, pencerahan


BY FADHIL ZA · JULY 20, 2011
Oleh Fadhil ZA

Menurut Fadhil yang menulus artikel ini ada 14 ayat dalam Al Quran yang memerintahkan kita untuk berzikir. Saya mengajak pada diri saya sendiri dan para pembaca untuk melaksanakannya.
Allah telah memerintahkan kita untuk banyak berdzikir dan berdo’a didalam Al Qur’an dan hadist yang disampaikan Rasulullah. Sholat adalah salah satu kegiatan Dzikir & Do’a yang diwajibkan bagi umat Islam. Diluar kegiatan sholat Allah juga memerintahkan agar kita memperbanyak dzikir dan do’a baik ketika berdiri , duduk dan berbaring dimanapun kita berada. Dzikir dan do’a dapat membentengi diri dari jeratan tipu daya syetan dan berbagai kejahatan yang selalu mengancam dimanapun kita berada. Praktek dzikir dan do’a juga merupakan investasi berharga bagi kehidupan dunia dan akhirat, ini merupakan usaha atau jalan untuk mendekatkan diri pada Allah swt. Beberapa perintah agar kita berdzikir dan berdo’a didalam Qur’an dan hadist antara lain sebagai berikut dibawah ini:

Tulisan ini hanya kumpulan ayat Qur’an secara tematik

Allah Berfirman:

Ayat ke 1 :  [Al Ahzab 41-42]


41- Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42- Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. 

Ayat ke 2: [Al Baqarah 152]


152- Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. 



Ayat ke 3: [Al Jumu’ah 10]


10- Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.


ke 4: [Al Baqarah 200-202]


200- Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamumenyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. 201- Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.202- Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Ayat ke 5: [An Nisa 103]


103- Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. 

Ayat ke 6: [Al A’raaf 205-206]


205- Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. 206- Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud. 



Ayat ke 7: [Ali Imran 191]

191- (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. 


Ayat ke 8: [Az Zumar 23]


23- Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya. 

Ayat ke 9: [Al Insan 25-26]


25- Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. 26- Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. 

Ayat ke 10: [Al Mujadilah 19]


19- Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.

Ayat ke 11: [Al A’raaf 55-56]


55- Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. 56- Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. 

Ayat ke 12: [Al A’raaf 180]


180- Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. 

Ayat ke 13: [Al Mukmin 60]


60- Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”.

Ayat ke 14: [Al Israak 110]


110- Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” .

Cara Zdikirullah