Showing posts with label Ramadhan Renungan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan Renungan. Show all posts

Thursday, June 14, 2018

Ramadhan Renungan 29

*_RENUNGAN HARI TERAKHIR (KE-29) RAMADHAN_*
*MAAFKANLAH KESALAHAN ORANG LAIN*

Al'Quran mengajarkan kita untuk mampu memberi maaf atas kesalahan dan kekhilafan orang lain, karena merupakan sebuah Amal Saleh yang mulia, dan kemudiaan mengembalikan segala urusan kepada-Nya.
Allah ber-Firman :

"Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan".[Al-Ĥaj 76]

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."[As-Sajdah 5]

Memberi maaf merupakan sebuah amal kebajikan yang sangat dianjurkan, karena kita akan :

•| Terlepas dari masalah yang seharusnya tidak perlu berada dalam pikiran kita, dan tersingkirnya masalah yang membebani diri.

Allah ber-Firman :

"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,.....dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,.... yang memberatkan punggungmu?".[Ash-Sharĥ 1~3]

•| Terbebas dari Emosi negatif, dan akan terjaganya keseimbangan Emosipnal serta Kesehatan Jasmani.

Allah ber-Firman :

"Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan".[Ash-Shūraá 43]

Memberi maaf itu memang tidaklah mudah, namun merupakan amalan yang sangat disukai-Nya, yang kelak akan menambah berat timbangan kebajikan kita.

Allah ber-Firman :

"Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung".[Al-'A`rāf 8]

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,....yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan *_orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan Kesalahan orang_*. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.".['Āli `Imrān 133~134]

Memberi Maaf erat hubungannya dengan kesabaran, seberapa jauh seorang mampu mengekang nafsu dan emosi pada saat memuncaknya amarah.

Allah ber-Firman :

"Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan *sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan*".[An-Naĥl 96]

Rasulullah s.a.w. ber-Sabda :

*_Tidaklah seorang itu suka memberi maaf, melainka dia akan semakin mulia_*.
Allah ber-Firman :

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat-nya, orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan *hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?* Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,.....Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,....pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan".[An-Nūr 22~24]

"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka *barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah*. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim".[Ash-Shūraá 40]

" *Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka*, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".[An-Nisā' 152]

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

" *Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya orang-orang yang ber-Iman mendapat petunjuk* dan supaya orang-orang musyrik mengatakan: "Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu dari Ahli Kitab", dan supaya Kami menjelaskan Al Quran itu kepada orang-orang yang mengetahui".[Al-'An`ām 105]

Semoga Renungan ini dapat menjadikan kita semua mampu untuk memberi maaf atas segala kesalahan fan kekhilafan orang lain.[IAH]

*_Maafkan saya Lahir & Bathin _*

❤ *_SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1439-H_*

*_SEMOGA ALLAH MENERIMA AMALKU DAN AMAL ANDA_*❤

Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...

Wa'Salaamun 'alal Mursaliin

Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin

Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin

★SELAMAT BER-IBADAH★

==============


Wednesday, June 13, 2018

Ramadhan Renungan 28

RENUNGAN HARI KE-28 RAMADHAN
‎KEBAHAGIAAN HAKIKI DIATAS KETAQWAAN.

Al-Quran menegaskan bagi orang-orang yang ber-Iman, agar mereka ber-Taqwa kepada-Nya, dan selalu memikirkan Kehidupan Akhirat didalam perjalanan di-Kehidupan Dunia ini.
"Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwalah kepada Allah sebenar-benar Taqwa kepada-Nya". [Ali-Imran 102]

“Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk Hari Esok [Akhirat], dan ber-Taqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.[Al-Hasyr 18]

Ketaqwaan dilakukan dengan Memahami & Mengamalkan Ayat-Ayat Al-Quran, sehingga Allah sangat menyukai orang yang ber-Taqwa.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang ber-Taqwa”.[At-Taubah 7]

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang ber-Taqwa”.[Ali-Imran 76]

Taqwa ialah Taat & Patuh kepada semua Perintah-Nya yang tersurat dalam Al-Quran.

“Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan ber-Taqwalah agar kamu diberi Rahmat”.[Al-An’aam 155]

•| AL-QURAN adalah Petunjuk & Pelajaran bagi orang-orang ber-Taqwa.

“Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar suatu Pelajaran bagi orang-orang yang ber-Taqwa”.[Al-Haaqqah 48]

“Al-Quran ini adalah Penerangan bagi seluruh Manusia, dan Petunjuk serta Pelajaran bagi orang-orang yang ber-Taqwa”.[Ali-Imran 138]

•| AL-QURAN juga menegaskan bahwa Kehidupan Akhirat lebih baik bagi orang yang ber-Taqwa.

“Kehidupan Akhirat itu lebih baik bagi mereka yang ber-Taqwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?”.[Al-A’raaf 169]

“Kehidupan Akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang ber-Taqwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?”.[Yusuf 109]

•| AL-QURAN menjelaskan bahwa Surga-lah tempat bagi orang-orang yang ber-Taqwa.

"Sesungguhnya bagi orang-orang yang ber-Taqwa disediakan Surga-Surga yang penuh kenikmatan disisi Tuhannya”.[Al-Qalam 34]

“Orang-orang yang ber-Taqwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, diatasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri Janji-Nya”. [Az-Zumar 20].

Semoga kita semua dapat memaknai Renungan ini demi menggapai kebahagiaan yang Hakikiki dikehidupan kita.[IAH]

Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...

Wa'Salaamun 'alal Mursaliin

Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin

Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin

★SELAMAT BER-IBADAH★



==============

Ramadhan Renungan 27

RENUNGAN HARI KE-27 RAMADHAN
LAKSANAKAN SHALAT TAHAJUD SEBAGAI SEBUAH PERINTAH

Bila kita yakin ber-kewajiban ber-Iman kepada Al-Quran, maka kita juga harus yakin bahwa semua Ayat-Ayat Al-Quran itu adalah Perintah-Perintah dan Larangan-Larangan-Nya.

Allah ber-Firman:

"Dan orang-orang yang mendustakan Ayat-Ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya".[Al-A'raaf 36]

Shalat Tahajud ialah sebuah amalan yang merupakan kebiasaan orang-orang Saleh sebelum kita, dan Rasulullah-pun bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang melaksanakan Shalat Tahajud secara Istiqamah.

Allah ber-Firman:

"SESUNGGUHNYA TUHANMU MENGETAHUI BAHWASANYA KAMU [Muhammad] BERDIRI SEMBAHYANG KURANG DARI DUA PERTIGA MALAM, ATAU SEPERDUA MALAM ATAU SEPERTIGANYA dan demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasan-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.[Al-Muzzammil 20]

Waktu malam mereka banyak digunakan untuk ber-munajat kepada-Nya, terutama ketika disepertiga malam terakhir.

Allah ber-Firman:

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,......sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.......Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam......Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar".[Adh-Dhāriyāt 15-18]

Shalat Tahajud adalah Shalat yang Utama SETELAH Shalat Fardhu.

Allah ber-Firman :

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu Ibadah Tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.[Al-Israa 79]

Rasulullah s.a.w. juga ber-sabda :

"Pada waktu malam ada satu waktu, seandainya seseorang meminta suatu kebaikan di-dunia maupun di-akhirat, niscaya Allah akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam."

Allah ber-Firman:

"Hai orang yang berselimut [Muhammad], .....bangunlah untuk sembahyang di malam hari, kecuali sedikit daripadanya,.......yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.......atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan”.[Al-Muzzammil 1-4]

Sebab itu biasakanlah bangun dimalam hari dan ber-munajat kepada-Nya dalam keheningan malam, guna memohon ampunan serta kebaikan di-dunia dan di-akhirat.

Rasulullah s.a w bersabda :

"Allah akan turun ke langit dunia setiap malam yaitu sepertiga malam yang terakhir."

Allah ber-Firman:

"SESUNGGUHNYA TUHANMU MENGETAHUI BAHWASANYA KAMU BERDIRI SEMBAHYANG KURANG DARI DUA PERTIGA MALAM, ATAU SEPERDUA MALAM ATAU SEPERTIGANYA DAN DEMIKIAN PULA SEGOLONGAN DARI ORANG-ORANG YANG BERSAMA KAMU. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasan-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan MOHONLAH AMPUNAN KEPADA ALLAH; SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA PENGAMPUNAN LAGI MAHA PENYAYANG".[Al-Muzzammil 20]

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang ber-Ibadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah : "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”.[Az-Zumar 9]

Beritakanlah keutamaan Shalat Tahajud ini kepada para kerabat yang belum melakukannya, semoga dapat menjadi amal kebajikan tersendiri bagi yang menyampaikannya.[IAH]

Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...

Wa'Salaamun 'alal Mursaliin

Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin

Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin

★SELAMAT BER-IBADAH★


==============

Monday, June 11, 2018

Ramadhan Renungan 26

RENUNGAN HARI KE-26 RAMADHAN
MENDAPAT PAHALA & AMPUNAN DENGAN BER-AMAL SALEH

Al-Quran menjelaskan beberapa keuntungan bagi orang ber-Iman yang mengerjakan Amal-Amal yang Saleh.

Allah ber-Firman :

"Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,.......dia dibawa oleh Ar-Ruh Al Amin [Jibril]".[Asy-Syu'araa' 192-193]

"Sesungguhnya orang-orang yang ber-Iman dan mengerjakan Amal-Amal Saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan".[Luqman 8]

Juga tersurat didalam Al-Quran penjelasan, bahwa salah satu cara untuk mendapat Pahala & Ampunan adalah dengan melakukan Amal-Amal yang Saleh.

Allah ber-Firman :

"Adapun orang-orang yang ber-Iman dan berbuat Amal Saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah".[An-Nisā' 173]

"Dan orang-orang yang ber-Iman dan ber-Amal Saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan".[Al-Ankabuut 7]

Adapun salah satu wujud dari Amal Shaleh yang baik adalah dengan ber-Sedekah, namun wajib-lah kita menunaikan Zakat terlebih dahulu.

Allah ber-Firman :

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai".[Ali-Imran 92]

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang Mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ke-Taat-annya, laki-laki dan perempuan yang Benar, laki-laki dan perempuan yang Sabar, laki-laki dan perempuan yang Khusyu', laki-laki dan perempuan yang ber-Sedekah, laki-laki dan perempuan yang ber-Puasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara Kehormatan-nya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka Ampunan dan Pahala yang besar".[Al-'Aĥzāb 35]

Sebab itu ber-Sedekah-lah selain untuk membantu sesama, juga sebagai wujud rasa Syukur atas segala Nikmat & Rezeki-Nya.

Marilah kita isi Kehidupan di Dunia ini dengan melakukan Amal-Amal yang Saleh sebagai bekal bagi Kehidupan yang akan datang.

Allah ber-Firman :

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik menafkahkan hartanya di jalan Allah, maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".[Al-Baqarah 245]

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri sembahyang kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, TUNAIKANLAH ZAKAT DAN BERIKANLAH PINJAMAN KEPADA ALLAH PINJAMAN YANG BAIK. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasan-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".[Al-Muzzammil 20]

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Maka barangsiapa yang mengerjakan Amal Saleh sedang ia ber-Iman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya".[Al-Anbiyaa 94]

Semoga Renungan ini ber-Manfaat untuk kita semua dalam mengisi waktu pada Kehidupan di-Dunia dengan melakukan Amal-Amal yang Saleh.[IAH]

Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...

Wa'Salaamun 'alal Mursaliin

Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin

Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin

★SELAMAT BER-IBADAH★

==============


Sunday, June 10, 2018

Ramadhan Renungan 25

RENUNGAN HARI KE-25 RAMADHAN
MENGELUH ADALAH WUJUD TIDAK BER-SYUKUR

Pada dasarnya mengeluh itu adalah merupakan indikasi seseorang yang tidak ber-Syukur atas Nikmat-Nya, walaupun sebenarnya kita sudah diberikan berlebih-lebihan.

Allah ber-Firman:

"Dan jika Kami rasakan kepada Manusia suatu Nikmat dari Kami, kemudian Nikmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih".[Hud 9]

"Kita telah dijamin kecukupan, mengapa harus meminta lebih?"

Allah ber-Firman:

"Dan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung Nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya Manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari Nikmat Allah".[Ibrahim 34]
‎
Al-Quran menjelaskan bahwa kebanyakan dari kita memang acapkali Lalai dalam ber-Syukur.

Allah ber-Firman:

"Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. SESUNGGUHNYA ALLAH BENAR-BENAR MEMPUNYAI KARUNIA YANG DILIMPAHKAN ATAS MANUSIA, AKAN TETAPI KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BER-SYUKUR".[Al-Mu'min 61]

"Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan risalah. Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri niscaya mereka ingkar karena SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU AMAT INGKAR KEPADA NIKMAT".[As-Syura 48]

Kebiasaan berkeluh merupakan manifestasi rasa Tidak Puas, padahal jika saja kita ber-Syukur maka kita akan termasuk golongan orang yang ber-Untung.

Allah ber-Firman:

"Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan;..... "Sesungguhnya jika kamu ber-syukur, pasti Kami akan menambah Nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari Nikmat-Ku, maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih".[Ibrahim 7]

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian dari kita pasti pernah berkeluh dengan frekuensi & kualitas keluhan yang berbeda-beda.

Allah ber-Firman:

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir".[Al-Maariij 19]

"Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah".[Al-Maariij 20]

Namun dengan tingkat kesabaran yang tinggi biasanya dapat mengurangi berbagai keluhan, karena sikap apriori & pesimis terhadap sebuah masalah malah akan memunculkan berbagai masalah baru.

Allah ber-Firman:

"HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, BER-SABARLAH KAMU DAN KUATKANLAH KESABARANMU dan tetaplah bersiap siaga di perbatasan negerimu dan ber-Taqwa-lah kepada Allah, supaya kamu beruntung".[Ali-Imran 200]

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan BER-SABARLAH TERHADAP APA YANG MENIMPA KAMU. SESUNGGUHNYA YANG DEMIKIAN ITU TERMASUK HAL-HAL YANG DIWAJIBKAN OLEH ALLAH".[Luqman 17]

Semoga kita dapat meninggalkan kebiasaan ber-Keluh dengan meningkatkan ke-Sabaran dalam menghadapi berbagai masalah serta selalu men-Syukuri segala Nikmat-Nya sekecil apapun itu.[IAH]

Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...

Wa'Salaamun 'alal Mursaliin

Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin

Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin

★SELAMAT BER-IBADAH★

==============

Saturday, June 9, 2018

Ramadhan Renungan 24

RENUNGAN HARI KE-24 RAMADHAN
MANUSIA & FIRMAN-FIRMAN ALLAH

Firman Allah dibawah ini jelas menyatakan hanya manusia-manusia yang ber-Akal dan diberi Al-Hikmah dapat mengambil pelajaran dari Firman-Firman Allah yang tersurat dalam Al'Quran.‎

Allah ber-Firman :

"Allah menganugerahkan *Al Hikmah* ( *_kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah_*) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi Hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan *hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari Firman Allah*".[Al-Baqarah 269]‎

Tersurat juga dalam Al Quran tentang situasi dan kondisi yang dihadapi Manusia di Kehidupan Dunia.

Al Quran banyak memberi Petunjuk tentang asal-usul proses penciptaan Manusia & Aturan-Aturan yang wajib dipatuhi terkait dengan kesaksian Jiwa Manusia kepada Allah sebelum disatukan dengan Tubuh (Raga Kasar) Manusia untuk menjalani Kehidupan di Dunia.

Allah ber-Firman :

"Bukankah telah datang atas Manusia satu waktu dari Masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?".[Al-'Insān 1]

"Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya ber-Firman : "BUKANKAH AKU INI TUHANMU?" Mereka menjawab: "BETUL, ENGKAU TUHAN KAMI, KAMI MENJADI SAKSI". Kami lakukan yang demikian itu agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan :
"Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini, ke-Esaan Tuhan".[Al-'A`rāf 172]

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan Manusia dari setetes mani yang bercampur yang KAMI HENDAK MENGUJINYA DENGAN PERINTAH DAN LARANGAN, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat".[Al-'Insān 2]

"Sesungguhnya ini benar-benar suatu Ujian yang nyata".[Aş-Şāffāt 106]

Dalam setiap Firman Allah terkandung "Misteri" yang ada kaitannya dengan bagaimana Manusia harus menjalani Kehidupan di Dunia agar dapat meraih Kehidupan Akhir yang kekal.

Kehidupan di-Dunia ini bukanlah sebuah Tujuan, tapi adalah sebuah Perjalanan Panjang yang penuh dengan Ujian & Cobaan-Nya serta sarat dengan Godaan & Hasutan Iblis.

Allah ber-Firman :

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah Shalat. Sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan Keji dan Mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar ke-Utamaan-Nya dari Ibadat-Ibadat yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Manusia tidak pernah ber-Syukur".[Al-`Ankabūt 45]

Padahal Manusia telah diciptakan Allah dengan Kelengkapan Organ yang memberi mereka Kemampuan untuk senantiasa Waspada & Jeli dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Allah ber-Firman :

"Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu Pendengaran, Penglihatan dan Hati". Tetapi amat sedikit kamu bersyukur".[Al-Mulk 23]

Pendengaran, Penglihatan dan Hati yang bertugas sebagai "Organ Pemasok Data" yang kelak diolah oleh Otak, sehingga menghasilkan Pengetahuan "Apa & Bagaimana" seharusnya kita menghadapi segala Tantangan Kehidupan di Dunia, sesuai dengan Aturan-Aturan-Nya yang ter-Surat dalam Al-Quran.

Allah ber-Firman :

“BARANGSIAPA YANG BERPALING DARI PENGAJARAN TUHAN YANG MAHA PEMURAH (AL-QURAN), KAMI ADAKAN BAGINYA SETAN YANG MENYESATKAN, maka Setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”.[Az-Zukhruf 36]

“Dan SESUNGGUHNYA TELAH KAMI MUDAHKAN AL-QURAN UNTUK PELAJARAN, maka adakah orang yang mengambil Pelajaran?”.[Al-Qamar 22]

"Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;......tetapi sebagai Peringatan bagi orang yang takut kepada Allah".[Ţāhā 2-3]

Semuanya sudah diatur dan direncanakan dengan sematang dan seadil mungkin oleh Allah, sesuai dengan peran dan kemampuan yang kita miliki.

Dibalik itu, Allah punya NIAT lain.

Allah ber-Firman :

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran".[Al Qamar 49]

"Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari Takdir Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki Rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah".[Al-'Aĥzāb 17]

Tersurat dalam Al Quran bahwa Tiga macam manusia yang diberi Rahmat oleh Allah.

Allah ber-Firman :

"Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali bertaubat kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki, dan Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan AKU TETAPKAN RAHMAT-KU UNTUK ORANG-ORANG yang BER-TAKWA, yang MENUNAIKAN ZAKAT dan ORANG-ORANG yang BER-IMAN KEPADA AYAT-AYAT KAMI".[Al-'A`rāf 156]

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu Kitab-Kitab yang diturunkan sebelumnya dan Batu Ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti Hawa Nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. UNTUK TIAP-TIAP UMAT DIANTARA KAMU, KAMI BERIKAN ATURAN DAN JALAN YANG TERANG. SEKIRANYA ALLAH MENGHENDAKI, NISCAYA KAMU DIJADIKAN-NYA SATU UMAT SAJA, TETAPI ALLAH HENDAK MENG-UJI KAMU TERHADAP PEMBERIAN-NYA KEPADAMU, MAKA BERLOMBA-LOMBALAH BERBUAT KEBAJIKAN. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu".[Al-Mā'idah 48]

“Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran sebagai Peringatan, maka adakah orang yang mengambil Pelajaran?”.[Al-Qamar 40].

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak ber-Iman kepada Ayat-Ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang Pedih".[An-Naĥl 104]
‎‎‎
"Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwa-lah kepada Allah sebenar-benar Takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan ber-Agama Islam".['Āli `Imrān 102]

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang ber-Iman kepada semua Petunjuk-Petunjuk Allah yang ter-Surat dalam Al-Quran.[IAH]

Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...

Wa'Salaamun alla Mursaliin

Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin

Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin

★SELAMAT BER-IBADAH★

==============

Koperasi Online