Showing posts with label Agama Artikel. Show all posts
Showing posts with label Agama Artikel. Show all posts

Monday, August 21, 2017

Kalender Islam

www.berimbang43.com      Label: Agama Artkel 

Kalender Islam atau Kalender Hijiriah

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari dan 12 bulan

Nama-nama hari
Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:
1.   Al-Ahad (Ahad)
2.   Al-Itsnayn (Senin)
3.   Ats-Tsalaatsa' (Selasa)
4.   Al-Arbaa-a / Ar-Raabi' (Rabu)
5.   Al-Khamsah (Kamis)
6.   Al-Jumu'ah (Jumat) 
7.   As-Sabt (Sabtu)

Nama-nama bulan
Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:
No
Penanggalan Islam
Lama Hari
1
30
2
29
3
30
4
29
5
30
6
29
7
30
8
29
9
30
10
29
11
30
12
29/(30)
Total
354/(355)

Tanggal-tanggal penting
Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Hijriyah adalah:
Penanggalan
Hari
Keterangan
Tahun baru umat Islam
·         Saat Nabi Adam diciptakan, dan saat di mana ia bertaubat
·         Saat bahtera Nabi Nuh mendarat
·         Saat Nabi Idris diangkat ke Surga
·         Saat Nabi Ibrahim selamat dari api Namrudz
·         dan banyak lagi
Maulud Nabi Muhammad (hari kelahiran Nabi Muhammad)
Satu bulan penuh umat Islam menjalankan Puasa di bulan Ramadan
Pertama kali Al Quran diturunkan
10 hari ganjil terakhir Ramadan
Malam penuh kemuliaan di bulan Ramadhan
Hari Raya Idul Fitri
Hari Tarwiyah
·         Umat Islam yang berhaji, berangkat menuju Mina
·         Saat Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya Nabi Ismail
Wukuf
Hari Raya Idul Adha
Hari Tasyriq

Arti nama-nama bulan 

Dalam Website resmi Taqwim Ummul Quro, kalender hijriyyah resmi yang digunakan di Arab Saudi, disebutkan bahwa arti nama-nama bulan hijriyyah sebagai berikut:

1. Muharrom (محرم الحرام)
Ini adalah bulan pertama dalam kelender Islam, dan Muharram termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan Muharram karena orang Arab mengharamkan berperang di bulan ini.

2. Shofar (ﺻﻔﺮ)
Dinamakan dengan Shofar karena perkampungan Arab Shifr (kosng) dari penduduk, karena mereka keluar untuk perang. Ada yang mengatakan bahwa dinamakan dengan Shofar karena dulunya bangsa Arab memerangi berbagai kabilah sehingga kabilah yang mereka perangi menjadi Shifr (kosong) dari harta benda.

3. Robi’ul Awwal (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﻭﻝ)
Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini bertepatan dengan musim semi.

4. Robi’uts Tsani/Akhir (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﺧﻴﺮ / ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ)
Dinamakan demikian karena bangsa Arab saat itu menggembalakan hewan ternak mereka pada rerumputan. Dan ada yang mengatakan bahwa dinamakan demikian karena bulan ini bertepatan dengan musim semi.

5. Jumadil Ula (جمادى الأولى)
Sebelum masa Islam dinamakan jumadi khomsah. Dinamakan Jumada karena saat penamaan bulan ini jatuh pada musim dingin, dimana air jumud (membeku)

6. Jumadil Akhiroh/Tsaniyah (جمادى الآخرة / ﺟﻤاﺪى ﺍﻟﺜﺎﻧﻲة)
Sebelum masa Islam dinamakan jumadi sittah. Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini jatuh pada musim dingin juga

7. Rojab (ﺭﺟﺐ)
Dinamakan bulan Rojab karena bangsa Arab melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan. Dikatakan: Rojab adalah menahan diri dari peperangan.

8. Sya’ban (ﺷﻌﺒاﻦ)
Dinamakan demikian karena bangsa Arab saat itu berpencar ke berbagai tempat untuk mencari air.

9. Romadhon (ﺭﻣﻀاﻦ)
Ini adalah bulan puasa bagi umat Islam. Dinamakan demikian karena panas ramdh mencapai puncaknya dan saat penamaan jatuh pada musim panas.Dimana periode ini disebut panas yang parah.

10. Syawwal (ﺷﻮﺍﻝ)
Di bulan inilah saat Idul Fitri. Dinamakan demikian karena saat itu unta betina kekurangan air susu.

11. Dzulqo’dah (ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪة)
Bulan ini termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan demikian karena bangsa Arab duduk dan tidak berangkat untuk perang, karena bulan ini termasuk bulan haram yang tidak boleh perang.

12. Dzulhijjah (ﺫﻭ ﺍﻟﺤﺠة)
Di dalamnya terdapat musim haji dan Idul Adha. Bulan ini termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan demikian karena bangsa Arab melaksanakan ibadah haji di bulan ini.

Keutamaan-keutamaan bulan 
Hadits:
Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
 الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
 ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). 
Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Bulan-bulan yang diharamkan (disucikan) itu hanya ada empat. Tiga bulan secara berururtan dan satu bulannya berdiri sendiri (tidak berurutan) lantaran adanya manasik Haji dan Umrah. Maka , ada satu bulan yang telah diharamkan (disucikan) yang letaknya sebelum bulan-bulan Haji, yaitu bulan Dzulqa’dah, karena ketika itu mereka menahan diri dari perang. Sedangkan bulan Dzulhijah diharamkan(disucikan) karena pada bulan ini mereka pergi menunaikan ibadah Haji, dan pada bulan ini mereka menyibukkan diri dengan berbagai ritual manasik Haji. sebulan setelahnya, yaitu bulan Muharram juga disucikan karena pada bulan ini mereka kembali dari Haji ke negeri asal mereka dengan aman dan damai. Adapun bulan Rajab yang terletak di tengah-tengah tahun diharamkan (disucikan) karena orang yang berada di pelosok Jazirah Arabia berziarah ke Baitul Haram. Mereka datang berkunjung ke Baitul Haram dan kembali ke negeri mereka dengan keadaan aman.” (Tafsir Ibnu Katsir). Lihatlah, Ramadhan tidak disebutkan di hadits ini. Karena ketidaktahu

Ada 3 bulan suci yang disebut berturut-turut: 

Dzulqo'dah
Dzulhiljjah
Muharrom

Disebut suci atau haram, karena ada larangan-larangan di bulan itu. 
Secara khusus disebut keutamaan 10 hari awal bulan Zhulhhijjah (hari yang agung).
Beribadah dalam 10 hari ini akan mendapat pahala yang berlipat. Untuk tgl 10 Dzulhijjah adalah pelaksanaan haji, pada wktu ini tidak diperbolehkan ibadah puasa. Untuk tahun ini tgl 1 Dzulhijjah jatuh pada tgl 23 September 2017.

Ibadah apa yang utama kita lakukan? Klik tautan video ini

Wallohu 'alam bishawab.

Semoga bermanfaat.

Referensi:
Website resmi Taqwim Ummul Quro
Wikipedia bahasa Indonesia
Bula-bulan suci dalam Islam

Cara Berkurban Yang Dicontohkan Rasulullah

www.berimbang43.com     Label: Agama Artikel 

10 Cara Berkurban Menurut Rasulullah

Berikut ini berkurban menurut cara Rasulullah SAW:

1. Rasululah SAW berkurban dengan 2 ekor domba jantan yang beliau sembelih sendiri setelah shalat Idul Adha.

2. RasulullahSAW memerintahkan kepada para sahabatnya agar mereka meyembelih jadza' dari domba dan tsaniy dari yang selain domba.

Jadza' ini merupakan gambaran untuk usia tertentu dari ternak. Sedangkan dari domba, yang sempurna adalah berusia setahun, ini menurut pendapat mayoritas ulama.
Tsaniy kalau dari unta adalah yang telah berumur 5 tahun dan sapi berusia 3 tahun yang sempurna.

3. Boleh mengakhirkan penyembelihan pada hari kedua dan ketiga setelah Idul Adha karena Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Setiap hari Tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah) ada sembelihan."
(HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Ibnu Hibban, Ibnu Adiy).

4. Rasululah SAW memilih hewan kurban yang sehat dan tidak cacat.
Beliau melarang untuk berkurban dengan hewan yang terpotong telinganya atau patah tanduknya.

5. Rasulullah SAW menyembelih hewan kurban di tanah lapang tempat melaksanakan shalat Idul Adha.
(HR. Bukhari dari Ibnu Umar).

6. Rasulullah SAW berkurban satu kambing mencukupi sebagai kurban dari seorang laki-laki dan seluruh keluarganya walaupun jumlah mereka banyak.

7. Disunnahkan bertakbir dan mengucapkan Basmalah ketika menyembelih hewan kurban.

8. Hewan kurban yang lebih utama adalah berupa domba jantan yang gemuk, bertanduk yang berwarna putih campur hitam di sekitar kedua matanya dan kaki-kakinya karena demikian sifat hewan yang disukai oelh Rasulullah SAW.

9. Disunnahkan seorang muslim bersentuhan langsung dengan hewan kurbannya (menyembelih sendiri) dan dibolehkan serta tidak ada dosa baginya untuk mewakilkan pada orang lain dalam menyembelih hewan kurbannya.

10. Upah bagi tukang sembelih kurban atas pekerjaannya tidak diberikan dari hewan tersebut, akan tetapi diberikan oleh orang yang memberikan pekerjaan.

Itulah cara berkurban yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Diskusi:
Kalau ada orang sekarang berkurban tidak persis seperti yang dicontohkan Rasulullah, apakah itu termasuk Bid'ah. Klik tautan ini

Semoga bermanfaat


Tuesday, August 15, 2017

Perjalanan Manusia Dunia-Akhirat

Agama Artikel
Pengantar admin

Saya memberanikan diri menulis artikel ini sekalipun pengetahuan saya sangat dangkal, hanya mengharapkan ridho dari Allah azza wa jalla. Saya kumpulkan beberapa informasi kemudian saya muat dalam artikel ini. 


Tulisan sederhana ini saya buat terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri, dan mengajak para pembaca. Bila ada hal-hal yang kurang pas dalam artikel ini, saya mohon maaf. Saya berterimakasih dan menghargai bila ada saran dari pembaca untuk perbaikan penyempurnaan tulisan ini. 





Dalam manusia menempuh perjalanan hidup, Allah azza wa jalla, memberi pedoman  Al Quran dan Hadits agar sampai pada tjuan dengan selamat.
Hal-hal utama apa yang harus kita persiapkan dan perbuat pada peralihan perjalanan dari hidup sampai tujuan akhir Surga atau Neraka.

1. PERALIHAN DARI HIDUP KE MATI 

Persipan dalam sakratul maut.
Kita harus menyadari bahwa keutamaan nilai ke Islaman kita dinilai dari ucapan terakhir yang keluar dari mulut kita pada waktu hembusan nafas terakhir. Kita harus berusaha meninggal dalam husnul khatimah,  pada hembusan nafas terakhir bisa mengucapkan Lailaha Illah, Muhammadurrasululah. Selanjutnya baca tautan ini: Tegar saat skratul maut:  Merencanakan Husnul Khotimah. 


2. SESUDAH MATI, BERADA DALAM ALAM KUBUR 

Di sini kita menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari malaikat, yang diistilahkan fitnah kubur atau siksa kubur.
  • Siapa Tuhanmu?
  • Siapa Nabimu?
  • Apa agamamu
  • dll.
Dengan persiapan yang baik, kita akan dapat menjawab semua pertanyaan itu. 
Apa yang harus kita persiapkan untuk dapat menjawab dengan benar?
  • Semasa masih hidup kita harus seorang muslim.
  • Melaksanakan perintah agama, terutama taat mendirikan shalat. Dengan mendirikan shalat, pikiran dan lidah kita sudah terbiasa mengucakpan syahadat dan pengakuan diri sebagai seorang muslim. Bisa dibayangkan bagaimana seorang yang meninggal bukan seorang muslim, apakah ia bisa menjawab pertanyaan itu? Info selanjutnya baca tautan ini: Setelah Kita Meninggal dan Dimasukkan ke Liang Kubur…

3. KEHANCURAN ALAM SEMESTA 

Selama masih hidup, kita harus yakin kiamat itu pasti ada. Keyakinan ini ada pada Rukun Iman yaitu Percaya (iman) pada hari kiamat.

Kita pelajari tanda-tanda kiamat kecil dan besar, sehingga kita bisa memersiapkan diri, terutama mohon perlindungan dari Allah dari tipu daya Dajjal. Selanjutnya baca tautan ini: Kiamat

4. KEBANGKITAN SESUDAH KEHANCURAN

Di sini kita tidak bisa bebuat apa-apa lagi kecuali menerima balasan hasil ibadah kita selagi masih hidup. Kita akan diadili (dihisab). Hanya ada satu hal yang bisa menolong kita yaitu mohon safaat dari Allah melalui safaat Nabi Muhammad Sollalhi Alaihi Wa sallam. Info tentang safaat, baca tautan ini:Sfaat Nabi Muhammad shollahu 'alaihi wasallam. Macam-macam safaat.


5. PERJALANAN TERAKHIR

Masuk Surga atau Neraka.

Selama masih hidup, harus yakin betul bahwa akhir dari perjalanan kita hanya ada dua yaitu masuk Surga atau Neraka. Seorang Muslim pada akhirnya ia masuk surga. Kalaupun ia banyak berdosa, setelah menjalani hukuman dan kemudian mendapat ampunan dari Allah yang Maha Pengampun, akhirnya ia dimasukkan ke dalam surga.

Semoga bermanfaat

Wallahu 'alam bissawab.

Monday, June 5, 2017

Wafatnya Syekh DR Muhammad Ayyub, Imam Masjid Nabawi, Sabtu 16 April 2016

www.berimbang43.com         Label: Agama Artikel

Yang Mengharukan Dari Wafatnya Imam Masjid Nabawi Syekh DR Muhammad Ayyub.Posted by Suara 21 on Monday, April 18, 2016

Dunia Islam kehilangan Qori' sekaligus Imam masjid Nabawi Madinah al-Munawwaroh.
Bagi jamaah haji atau umroh dan siapapun yang sholat di masjid Nabawi mungkin pernah merasakan kesyahduan dan kekhusyu'an bacaan Syekh Muhammad Ayyub yang terkenal menggugah tanpa dibuat-buat.Qori' yang hafal Alquran sejak kecil dan juga berguru kepada banyak ulama besar ini (Syekh Muhammad al-Amin Asy Syinqithi, Syekh Abdul Muhsin al-‘Abbad, Syekh Abu Bakar al-Jazairi, dan lain-lain) wafat Sabtu 16 April 2016, padahal sehari sebelumnya beliau masih mengimami Shalat Isya. Tak pelak kaum muslimin yang berada di Madinah setelah Dzuhur berduyun-duyun menyolatkan serta mengiringi jenazah beliau sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan mereka.


Ada hal-hal yang mengharukan terkait dengan beliau, diantaranya;

1- Imam masjid Quba, syekh Khalid menceritakan bahwa beberapa hari lalu beliau menyampaikan rencana untuk penjadwalan Syekh Mohammad Ayyub untuk dakwah keluar negeri, tetapi Syekh Ayyub memohon maaf (menolak) dengan mengatakan:
"Sudahlah.. Umur saya 63 tahun, dan Nabi sholallohu 'alaihi wasallam wafat di usia ini"
(sumber cerita: al-ustadz Nur Saif, kulliyatul Qur'an univ Medinah)

2- Beliau punya keinginan, harapan/cita-cita untuk wafat dalam kondisi menjadi imam masjidil harom Nabawi,
“Umniyah (harapan) ku satu-satunya adalah kembali mengimami kaum Muslimin shalat di Masjid Nabawi asy Syarif sebelum saya bertemu Allah”, ujarnya dalam suatu acara di salah satu Stasiun Televisi Saudi. Alhamdulillah umniyah tersebut telah dikabulkan oleh Allah.

Setelah purna tugas menjadi imam (1410 H - 1417 H) dan setelah 19 tahun beliau tidak mengimani masjid Nabawi, Bulan Ramadhan tahun 1436 H lalu (2015) syekh Ayyub kembali ditunjuk untuk menjadi Imam di Masjid Rasul tersebut dan Allah wafatkan beliau sesuai dengan harapan/
cita-citanya.

3- Beliau wafat meninggalkan bacaan AlQuran yang disimpan oleh kaum muslimin dan disebar dalam berbagai bentuk (kaset, mp3, CD, flash disk, diunggah ke YouTube, dan lain-lain) hingga siapapun -termasuk kita - dengan mudah mendapatkan nya.

Jasad beliau sudah di kubur tetapi entah sampai berapa puluh bahkan ratusan tahun lagi (sebelum kiamat) selama manusia masih mendengarkan tilawah beliau niscaya beliau masih mendapatkan pahalanya. Sementara apa yang kita tinggalkan jika kita meninggal nanti?

Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas. Aamiin.

(fb/wesal tv keluarga)
Labels: islam

 Terimakasih telah membaca Yang Mengharukan Dari Wafatnya Imam Masjid Nabawi, Syekh DR Muhammad Ayyub.. Silahkan bagikan..

Catatan dari saya selaku admin blog:
Saya pernah membaca artikel, menjelang wafatnya beliau sempat mengimami di masjid Nabawi dan membaca surah Al-Fajr. Klik video ini. Tapi dalam video ini tidak ada dijelaskan waktu kapan beliau membacanya.

Wallohu a'lam bisshawab.

Al Quran Berumur Ratusan Tahun Ada Di Papua

www.berimbang43.com       Label: Agama Artikel

Papua Memiliki Pusaka Al­Quran Berumur Ratusan Tahun

Pusaka Milik Kepala Suku Papua Berumur Ratusan Tahun Ternyata Al­Quran, Masya Allah!
Islam telah lama masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun yang lalu, hal ini terbukti dengan masih ada peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat-erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat. Di sebuah wilayah antara Sorong dan Papua terdapat sebuah suku di pinggir pantai, kebanyakan di wilayah itu muslimin, namun mereka tak ada lagi yang mengajarkan Islam hingga turun temurun, mereka muslim tapi tak tahu agama Islam. Mereka sudah tidak kenal syahadat, mereka hanya mengenal satu ajaran adat, yaitu tak boleh makan babi, padahal babi adalah santapan yang masyhur di Irian, mereka menganggap itu hukum adat, padahal itu hukum Islam, dan kepala suku mempunyai satu barang yang dikeramatkan, ia adalah sebuah kotak yang menyimpan pusaka turun temurun yang dipegang oleh kepala suku dari generasi ke generasi, mereka tak tahu benda apa itu.


 Ketika mulai banyak para nelayan muslimin yang datang, mereka minta sebidang tanah pada kepala suku untuk musholla, maka kepala suku mengizinkan, lalu mereka berkunjung kerumah kepala suku, dalam sambutan hangat itu kepala suku menunjukkan pusaka yang disimpan ratusan tahun dan diwariskan dari datuknya. Ketika kotak itu dibuka, maka para nelayan Muslim pun kaget dan bertakbir, ternyata isinya adalah Alqur’an yang sudah sangat tua MasuaAllah.
Mereka ternyata sejak berabad abad sudah muslim, namun karena mungkin tak ada para dai-dai pengganti, maka ajaran Islam pun hilang dan tak lagi dikenali, tinggallah pusaka yang diwasiati turun temurun itu yang ada pada mereka, ternyata ia adalah Kitabullah, Alqur’anulkarim.
 Maka kepala suku ini pun kembali memeluk Islam, tak lama kabar sampai kepada Koramil dan kecamatan yang camat dan Danramil adalah Nasrani, mereka memanggil kepala suku itu dan mendampratnya habis habisan karena telah memberi sebidang tanah untuk muslimin membangun Musholla.


Kepala suku dipaksa untuk mengusir mereka dan kepala suku tetap pada pendiriannya, maka kepala suku itu ditelanjangi hingga hanya celana dalamnya yg disisakan, lalu ia disiksa dan dicambuki dengan kulit ikan pari, Ikan pari terkenal dengan kulitnya yang penuh duri tajam yang beracun, kepala suku tetap tidak mau merubah keputusannya, ia tetap ingin mempertahankan pusaka Alqur’an dan tak mau mencabut izin untuk pembangunan mushalla.


MasyaAllah, Islam datang di manapun sebagai rahmat dan dibawa dengan damai. Beda dengan Kekristenan di Indonesia yang dibawa oleh para penjajah kolonialis. *Dikutip dari catatan (alm) Habib Munzir AlMusawa pimpinan Majelis Rasulullah “Perjalanan Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah ke Wilayah Manokwari Papua, Irian Barat” pada 9 Oktober 2008.